Cara setting karburator

Diposting oleh Wahyu pada 20:25, 29-Jul-13 • Di: tips & trik

<div class="MsoNormal" style="line-height:140%;margin-bottom:0cm;font-weight:bold;font-family:'Comic Sans MS';">
<h2><font size="2"><span style="background-color:rgb(153,0,0);font-size:12pt;line-height:140%;"><span style="color:#FFFFFF;">Cara setting
karburator adalah mengatur jumlah campuran udara dan bensin di dalam karburator
agar tercipta campuran yang ideal untuk pembakaran di dalam ruang bakar dengan
cara mengatur ketinggian jarum skep dan pembukaan saluran udara. Yaitu dengan
membuka atau mengendorkan sekrup penyetel udara.</span></span></font></h2></div>
<div class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;font-weight:bold;font-family:'Comic Sans MS';">
<h2><font size="2"><span style="background-color:#990000;"><span style="color:#FFFFFF;"><a href="http://bagonx-kun.blogspot.com/2013/01/cara-menyetel-karburator-sepeda-motor.html"></a><span style="font-size:12pt;">Penyetelan ini bertujuan untuk
mendapatkan campuran udara dan bensin yang baik untuk dimasukkan ke dalam ruang
bakar dan dibakar agar menghasilkan tenaga yang maksimal. Sebaiknya penyetelan
atau setting karburator ini dilakukan setelah karburator dibersihkan terlebih
dahulu. </span></span></span></font></h2></div>
<div class="MsoNormal" style="line-height:140%;margin-bottom:0cm;font-weight:bold;font-family:'Comic Sans MS';">
<h2><font size="2"><span style="background-color:#990000;"><span style="color:#FFFFFF;"><span style="font-size:12pt;line-height:140%;">
Langkah - langkah penyetelan :</span><span style="font-size:12pt;line-height:140%;"></span></span></span></font></h2></div>
<div class="MsoNormal" style="line-height:140%;margin-bottom:0cm;text-indent:-18pt;font-weight:bold;font-family:'Comic Sans MS';">
<h2><font size="2"><span style="background-color:#990000;"><span style="color:#FFFFFF;"><span style="font-size:12pt;line-height:140%;">1.</span><span style="font-size:7pt;line-height:140%;">     
</span><span style="font-size:12pt;line-height:140%;">Hidupkan mesin sepeda
motor dan biarkan tetap menyala selama 5 sampai 10 menit untuk mendapatkan suhu
kerja mesin yang ideal sebelum anda melakukan penyetelan karburator. Hal ini
juga bertujuan agar oli dalam mesin sudah mengalir dan melumasi semua komponen
mesin terlebih dahulu. </span><span style="font-size:12pt;line-height:140%;"></span></span></span></font></h2></div>
<div class="MsoNormal" style="line-height:140%;margin-bottom:0cm;text-indent:-18pt;font-weight:bold;font-family:'Comic Sans MS';">
<h2><font size="2"><span style="background-color:#990000;"><span style="color:#FFFFFF;"><span style="font-size:12pt;line-height:140%;">2.</span><span style="font-size:7pt;line-height:140%;">     
</span><span style="font-size:12pt;line-height:140%;">Putar baut penyetel
sekep atau penyetel rpm dengan arah mengencangkan baut penyetel tersebut. Pada
saat dilakukan pengencangan baut penyetel tersebut maka putaran mesin akan
semakin naik , hal ini ditandai dengan suara mesin yang semakin kencang
terdengar. Jangan mengencangkan sampai penuh atau naikkan putaran mesin
secukupnya saja. </span><span style="font-size:12pt;line-height:140%;"></span></span></span></font></h2></div>
<div class="MsoNormal" style="line-height:140%;margin-bottom:0cm;text-indent:-18pt;font-weight:bold;font-family:'Comic Sans MS';">
<h2><font size="2"><span style="background-color:#990000;"><span style="color:#FFFFFF;"><span style="font-size:12pt;line-height:140%;">3.</span><span style="font-size:7pt;line-height:140%;">     
</span><span style="font-size:12pt;line-height:140%;">kemudian kencangkan baut
penyetel udara dengan cara memutar baut penyetel tersebut dengan arah
pengencangan. Penyetelan ini akan membuat mesin semakin turun RPM nya karena
saluran udara di karburator akan semakin tertutup. Kencangkan baut ini sampai
penuh dan perhatikan juga mesin jangan sampai mati . Jika mesin seperti mau
mati , maka naikkanlah RPM  mesin sedikit saja dengan cara memutar kembali
baut penyetel sekep ke arah pengencangan. Lakukan pengencangan baut penyetel
udara ini sampai baut kencang atau saluran udara tertutup penuh.</span><span style="font-size:12pt;line-height:140%;"></span></span></span></font></h2></div>
<div class="MsoNormal" style="line-height:140%;margin-bottom:0cm;text-indent:-18pt;font-weight:bold;font-family:'Comic Sans MS';">
<h2><font size="2"><span style="background-color:#990000;"><span style="color:#FFFFFF;"><span style="font-size:12pt;line-height:140%;">4.</span><span style="font-size:7pt;line-height:140%;">     
</span><span style="font-size:12pt;line-height:140%;">Langkah selanjutnya
adalah memutar baut penyetel udara ini ke arah sebaliknya yaitu ke arah
pengendoran baut.. Lakukan ini secara perlahan - lahan sambil mendengarkan suara
mesin akan semakin keras , yang menunjukkan putaran mesin naik. Perhatikan
suara mesin akan terus naik seiring dengan anda mengendorkan baut penyetel
udara tersebut. Tapi setelah rpm mesin naik terus , maka akan ada saat
dimana  putaran mesin akan turun kembali , seiring dengan pengendoran baut
penyetelan udara tersebut.</span><span style="font-size:12pt;line-height:140%;"></span></span></span></font></h2></div>
<div class="MsoNormal" style="line-height:140%;margin-bottom:0cm;text-indent:-18pt;font-weight:bold;font-family:'Comic Sans MS';">
<h2><font size="2"><span style="background-color:#990000;"><span style="color:#FFFFFF;"><span style="font-size:12pt;line-height:140%;">5.</span><span style="font-size:7pt;line-height:140%;">     
</span><span style="font-size:12pt;line-height:140%;">Jika anda mau menyetel
dengan setelan basah , maka lakukan penyetelan baut udara di saat suara mesin
paling kencang . Namun jika Anda mau melakukan penyetelan kering , lakukan sebelum
suara mesin mencapai putaran mesin paling keras.</span><span style="font-size:12pt;line-height:140%;"></span></span></span></font></h2></div>
<div class="MsoNormal" style="line-height:140%;margin-bottom:0cm;text-indent:-18pt;font-weight:bold;font-family:'Comic Sans MS';">
<h2><font size="2"><span style="background-color:#990000;"><span style="color:#FFFFFF;"><span style="font-size:12pt;line-height:140%;">6.</span><span style="font-size:7pt;line-height:140%;">     
</span><span style="font-size:12pt;line-height:140%;">Setelah anda menentukan
penyetelan baut penyetelan udara dengan setelan basah atau kering. Maka
sekarang Anda harus memutar kembali baut penyetel sekep untuk mendapatkan
putaran langsam dari mesin sepeda motor Anda.</span><span style="font-size:12pt;line-height:140%;"></span></span></span></font></h2></div>
<div style="font-weight:bold;font-family:'Comic Sans MS';" class="MsoNormal">
<h2><font size="2"></font></h2></div>
<h2 style="font-weight:bold;font-family:'Comic Sans MS';">
<font size="2"><strong><span style="background-color:rgb(153,0,0);font-weight:normal;"><span style="color:#FFFFFF;">Cara Menyetel Karburator
Motor Honda</span></span></strong></font></h2><h2><font size="2"><span style="font-weight:bold;font-family:'Comic Sans MS';">
</span><span style="background-color:rgb(153,0,0);font-weight:bold;font-family:'Comic Sans MS';"><span style="color:#FFFFFF;">Bagi yang ingin menyetel motor Honda bebeknya di rumah, berikut beberapa
tipsnya :</span></span></font></h2><h2>
</h2><ul style="font-weight:bold;font-family:'Comic Sans MS';" type="disc"><li class="MsoNormal"><table cellpadding="0" cellspacing="0"><tbody><tr><td width="137" height="0"><h2><font size="2"></font></h2></td>
</tr><tr><td><h2><font size="2"></font></h2></td>
<td><h2><font size="2"><span style="background-color:#990000;"><span style="color:#FFFFFF;"></span></span></font></h2></td>
</tr></tbody></table><h2>
<font size="2"><span style="background-color:#990000;"><span style="color:#FFFFFF;">Putar Pilot Screw (stelan langsam) searah jarum jam untuk memperbesar RPM
mesin hingga kira2 3000RPM.</span></span></font></h2></li></ul><div style="font-weight:bold;font-family:'Comic Sans MS';">
<h2><font size="2"><span style="background-color:#990000;"><span style="color:#FFFFFF;"></span></span></font></h2></div>
<div style="font-weight:bold;font-family:'Comic Sans MS';">
<h2><font size="2"><span style="background-color:#990000;"><span style="color:#FFFFFF;"></span></span></font></h2></div>
<ul style="font-weight:bold;font-family:'Comic Sans MS';" type="disc"><li class="MsoNormal"><h2><font size="2"><span style="background-color:#990000;"><span style="color:#FFFFFF;">Putar
Air Screw (Stelan Angin) ke kanan (searah jarum jam) hingga mentok, pada
kondisi ini mesin seakan-akan mau mati (RPM menjadi rendah)</span></span></font></h2></li></ul><h2><font size="2"><span style="font-weight:bold;font-family:'Comic Sans MS';">
</span><span style="background-color:rgb(153,0,0);font-weight:bold;font-family:'Comic Sans MS';"><span style="color:#FFFFFF;"></span></span></font></h2><h2>


</h2><ul style="font-weight:bold;font-family:'Comic Sans MS';" type="disc"><li class="MsoNormal"><h2><font size="2"><span style="background-color:#990000;"><span style="color:#FFFFFF;">Putar
kembali Air Screw ke kiri (berlawanan dengan jarum jam) kurang lebih 1,5 –
2 putaran</span></span></font></h2></li><li class="MsoNormal"><h2><font size="2"><span style="background-color:#990000;"><span style="color:#FFFFFF;">Cari di
antara posisi itu RPM (putaran mesin) tertinggi</span></span></font></h2></li><li class="MsoNormal"><h2><font size="2"><span style="background-color:#990000;"><span style="color:#FFFFFF;">Setelah
didapat putaran tertinggi, kemudian kecilkan RPM dengan memutar pilot
Screw ke kiri hingga di dapat RPM 1300-1400 atau bila tidak menggunakan
RPM meter bisa di cari pada RPM terendah di mana putaran mesin tidak terjadi
pincang-pincang.</span></span></font></h2></li><li class="MsoNormal"><h2><font size="2"><span style="background-color:#990000;"><span style="color:#FFFFFF;">Selesai</span></span></font></h2></li></ul><h2 style="font-weight:bold;font-family:'Comic Sans MS';">
<font size="2"><strong><span style="background-color:rgb(153,0,0);font-weight:normal;"><span style="color:#FFFFFF;">Kesulitan-kesulitan Dalam
Setel Karburator :</span></span></strong></font></h2>
<ul style="font-weight:bold;font-family:'Comic Sans MS';" type="disc"><li class="MsoNormal"><h2><font size="2"><span style="background-color:#990000;"><span style="color:#FFFFFF;">Apabila
pada saat memutar air screw kemudian tiba-tiba mesin mati, maka putar
sedikit pilot screw kenanan/perbesar RPMnya lalu nyalakan lg motornya dan
lanjutkan langkah ke-3</span></span></font></h2></li><li class="MsoNormal"><h2><font size="2"><span style="background-color:#990000;"><span style="color:#FFFFFF;">Apabila
RPM motor susah stabil/tidak bisa stabil/pincang-pincang coba dianalisa
pada :</span></span></font></h2></li></ul><ol style="font-weight:bold;font-family:'Comic Sans MS';" start="1" type="1"><li class="MsoNormal"><h2><font size="2"><span style="background-color:#990000;"><span style="color:#FFFFFF;">RPM
kurang tinggi (batas minimal 1300RPM) bila dibawah itu tidak baik untuk
keawetan mesin (artikel mengenai efek bila RPM mesin terlalu rendah
menyusul)</span></span></font></h2></li><li class="MsoNormal"><h2><font size="2"><span style="background-color:#990000;"><span style="color:#FFFFFF;">Oil seal
yang berada di dalam air screw, mungkin rusak atau tidak ada sealnya.
Apabila oil seal nya rusak/hilang, ganti dengan menggunakan oil seal yang
sesuai dengan ukuran, atau bisa diakali dengan menggunakan karet seal yang
berasal dari dalam karet korek api gas, caranya pecahkan korek apinya dan
cari karet seal yang seukuran dengan oil seal air screw tadi dan gantikan.
Oil seal ini berpengaruh sekali karena berfungsi mencegah kebocoran udara
dari dalam saluran air screw menuju keluar.</span></span></font></h2></li></ol><h2><font size="2"><span style="font-weight:bold;font-family:'Comic Sans MS';">
</span><span style="background-color:rgb(153,0,0);font-weight:bold;font-family:'Comic Sans MS';"><span style="color:#FFFFFF;">Setelan karburator yang pas (langsam) akan memberikan efek stabil pada
mesin. Jika setelan kurang, maka seringkali terjadi mesin mendadak mati apabila
berhenti seperti di lampu merah, sehingga seringkali merepotkan. Namun jika
setelan terlalu besar, akibatnya RPM mesin akan tinggi dan menjadikan mesin
boros dan tidak hemat bensin.</span></span></font></h2>

Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter

Komentar

Belum ada komentar. Tulislah komentar pertama!

Komentar Baru

[Masuk]
Nama:

Komentar:
(Beberapa Tag BBCode diperbolehkan)

Kode Keamanan:
Aktifkan Gambar